Fast Fact

The Indonesian government has planned US$6.47 billion worth of Energy projects by 2020, 70% of the budget is needed from direct foreign investment.
In March 2018, the Ministry of Energy and Mineral Resources approved Rencana Umum Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2018-2027, a ten-year electricity supply business plan. According to RUPTL, electricity demand in the country is projected to increase by 8.6% annually, going from 216.8TWh in 2016 to 457.0TWh in 2025. PT Perusahaan Listrik Negara (PLN), the state-owned power company, estimates that IDR2.0 quadrillion (US$153.7 billion) in capital investment will be required to develop the country’s electricity system by 2027.

Under the National Energy Policy, the government aims to increase the share of renewable energy in the total energy mix from 12.6% in 2017 to 23% in 2025, 25% by 2030 and 31.0% by 2050. Accordingly, the government plans to increase the country’s geothermal power generation capacity from 1.8GW in 2017 to 5.0GW by 2025. Moreover, the government plans to build 16 wind power plants by 2024.

News from Media

Terjadi transaksi lebih dari US$600.000 dan beberapa perusahaan akan melakukan ekspansi ke Indonesia. Jika mobil listrik berhasil,  penggunaan gas dan minyak menurun drastis.

Beragam peralatan circuit beakers buatan Fuji Electric Asia Pacific Pte Ltd (Jepang) yang didistribusukan oleh PT Duta Fuji Electric di Indonesia (Foto: Rayendra L. Toruan).

Pengembangan mobil listrik bakal digalakkan oleh Presiden RI Joko Widodo. Penggunaan mobil listrik bukan hanya berdampak  terhadap perubahan global seperti iklim dan lingkungan, namun penggunaan listrik pun akan meningkat. Kita tidak akan bergantung lagi pada gas dan minyak untuk membangkitkan mesin listrik.

Oleh karena itu, pameran energi berjudul  The International Power Plant Manufacturing- Automation(Powermax) yang baru selesai di Kamayoran, Jakarta, cukup tepat. Meski baru pertama kali melaksanakan pameran energi yang diikuti oleh 100-an perusahaan dari 13 negara, manajemen PT MyExpo Kreasi Indonesia yang dikumandani oleh Ira Karen Vernia selaku Project Director, cukup berhasil.

Ira berencana menyambah luas vanue dan meningkatkan kerja sama dengan instansi lebih banyak, meningkatkan periklanan lebih banyak, dan mendatangkan para pelaku  pembangkit listrik yang besar baik untuk coal fire, hydro, dan lain sebagainya.

Ira Karen Vernia menyebutkan pihaknya merekam transaksi senilai lebih dari US$600.000. Beberapa perusahaan asing seperti Maser & Quartzelec Services Sdn Bnd (Malaysia) yang berkantor pusat di Inggris akan ekspansi ke Indonesia—termasuk perusahaan pembangkit listrik dari China.

Direktur Quartzelec Matt Brown dan tiga mitra kerjanya masing-masing Steve Cooper (direktur) yang bermarkas di Abudabi, Uni Emirat Arab, Leslia Roch (Sales & Operations Manager, Malaysia), dan Azian Mohf Ali (Sales Manager, Malaysia) optimis berbisnis di Indonesia. “Kami mau ekspansi di Indonesia,” imbuh Matt Brown.

sumber:

Industry & Technology News Portal